Banner
jardiknas
wikipedia Indonesia
buku sekolah elektronik
edukasi
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
No Poles setup.
Statistik

Total Hits : 410218
Pengunjung : 106912
Hari ini :
Hits hari ini : 39
Member Online : 103
IP : 3.81.28.94
Proxy : -
Browser : Opera Mini
:: Kontak Admin ::

yudid_happy@yahoo.co.id    
Agenda
24 August 2019
M
S
S
R
K
J
S
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7

Ferdi Ketua OSIS yang Berjalan Kaki 40 KM

Tanggal : 11/09/2013, 00:29:17, dibaca 1641 kali.

Anak muda zaman sekarang berjalan kaki 40 KM? Pasti banyak yang meragukan! Yang benar saja. Pemuda saat ini, umumnya, walau hanya 1 KM jarak rumah dan sekolahnya, dia naik motor pergi dan pulang sekolah. Yang ini jalan kaki 40 KM?

Dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda 2013, para pemuda Balikpapan ditantang untuk membuktikan bahwa meraka patut diperhitungkan. Mereka ditantang bahwa mereka pemuda yang kuat secara fisik. Saat ini, pemuda dikenal sebagai pemuda instan. Pemuda mi instan. Pemuda remote control. Pemuda motor. Pemuda yang otot-ototnya nganggur. Pemuda tukang timbun lemak. Dan banyak merek lain dialamatkan kepada pemuda.

Betulkah anggapan itu? Untuk membuktikannya, panitia Hari Sumpah Pemuda 2013 Kota Balikpapan mengadakan lomba gerak jalan 48 KM putra dari Samboja Kutai Kartanegara ke Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) di Balikpapan. Adakah pemuda yang tertarik untuk ikut kegiatan itu? Ternyata, banyak pemuda yang “tersinggung” sehingga mereka mengikuti kegiatan ini.

Semangat itu ditunjukkan dengan ikut sertanya SMA Negeri 5 Balikpapan. Ada 4 tim, 3 putra dan 1 putri mendaftar dalam kegiatan ini. Namun setelah tes kesehatan, hanya 2 tim putra dan 1 tim putri yang layak bergabung dalam lomba ini. Dari 2 tim putra, ada 3 orang siswa yang mampu mencapai KM 40 di Gunung Bakaran. Satu diantaranya adalah Ferdi, Ketua OSIS SMA Negeri 5 Balikpapan.

Ferdi mengisahkan, ketika dia mencapai KM 40 kakinya terasa keras seperti batu. Sebenarnya dia ingin melanjutkan 8 KM lagi, tetapi sudah tidak ada teman lagi dan memang sudah dipuncak kelelahan juga. Walaupun demikian dia merasa senang dan bangga. Ternyata dia bisa membuktikan bahwa masih ada pemuda yang kuat baik fisik maupun mental.

Tahun depan dia bersemangat untuk ikut kegiatan itu lagi jika memang akan diadakan lagi. (aa/*.*)



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas